Teori Akuntansi Pajak - Kas
20.17



Prinsip taat asas Pembukuan adalah prinsip yang sama digunakan dalam metode pembukuan dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk mencegah penggeseran laba atau rugi.
a. Stelsel pengakuan penghasilan
b. Tahun buku
c. Metode penilaian persediaan;
d. Metode penyusutan dan amortisasi
Stelsel akrual adalah suatu metode penghitungan penghasilan dan biaya dalam arti penghasilan diakui pada waktu diperoleh dan biaya diakui pada waktu terutang. Jadi tidak tergantung kapan penghasilan itu diterima dan kapan biaya itu dibayar tunai.
Stelsel kas adalah suatu metode yang penghitungannya didasarkan atas penghasilan yang diterima dan biaya yang dibayar secara tunai.
Penghasilan diakui bila benar-benar telah diterima tunai, serta biayadiakui bila benar benar telah dibayar tunai dalam suatu periode tertentu.  Biasanya digunakan oleh perusahaan kecil orang pribadi atau perusahaan jasa misalnya transportasi, hiburan, restoran, yang tenggang waktu antara penyerahan jasa dan penerimaan pembayarannya tidak berlangsung lama.
Dalam stelsel kas murni, penghasilan dan penyerahan barang atau jasa ditetapkan pada saat diterimanya pembayaran dan langganan, dan biaya-biaya ditetapkan pada saat dibayarnya barang, jasa, dan biaya operasi lainnya.
Dampak pemakaian stelsel kas dapat mengakibatkan penghitungan yang mengaburkan terhadap penghasilan, yaitu besarnya penghasilan dan tahun ke tahun dapat disesuaikan dengan mengatur penerimaan kas dan pengeluaran kas.
Harus memperhiatikan hal-hal antara lain sebagai berikut:
·         Penghitungan jumlah penjualan dalam suatu periode harus meliputi seluruh penjualan, baik yang tunai maupun yang bukan. Dalam menghitung harga pokok penjualan harus diperhitungkan seluruh pembelian dan persediaan.
·         Dalam memperoleh harta yang dapat disusutkan dan hak-hak yang dapat diamortisasi, biaya-biaya yang dikurangkan dari penghasilan hanya dapat dilakukan melalui penyusutan dan amortisasi.
·         Pemakaian stelsel kas harus dilakukan secara taat asas (konsisten).
Dengan demikian penggunaan stelsel kas untuk tujuan perpajakan dapat juga dinamakan stelsel campuran.
0 komentar

Tips Memasak Steak
19.55


1.      Berat potongan/irisan daging yang dijual di pasar swalayan biasanya berkisar antara 100 gr-200 gr (tanpa tulang). Jika bertulang biasanya sekitar 250 gr.
2.      Pilihlah steak yang tidak terlalu banyak lemaknya. Biarpun lemak yang lembut masih tetap diperlukan agar steak menjadi lembab dan tidak kering.
3.      Jangan membeli steak yang terendam air dagingnya, misalnya di nampan aluminiumnya atau di piring poly styrene. Hal ini akan membuat steak jadi kering dan keras.
4.      Pada waktu belanja belilah steak pada saat terakhir, jangan di awal berbelanja, karena waktu yang terlalu lama di luar akan member kesempatan bakteri tertentu berkembang biak.
5.      Beri bumbu perendam sebelum dimasak, jangan diberi garam, karena garam akan mengeluarkan sari steak, dan steak akan jadi keras. Tetapi, kalau dalam proses memasak steak akan direbus atau ada campuran lain, boleh diberi sedikit garam sesuai selera.
0 komentar

Pengolahan, Statistik Deskriptif dan Uji Kualitas Data
07.10


Pengolahan data dilakukan setelah data terkumpul.  Pengolahan data pada tahap persiapan terdiri dari bebrapa tahap yaitu:
1.      Editing Data
Proses editing merupakan proses untuk mengetahui kejelasan data, keterbacaan, konsistensi dan kelengkapan data yang sudah terkumpul. Proses kejelasan data akan memberikan kejelasan mengenai bebasnya data dari masalah konseptual maupun teknis.  Keterbacaan berkaitan dengan apakah data yang sudah terkumpul oleh pengumpul data dapat terbaca secara benar sehingga dapat digunakan sebagai justifikasi penafsiran terhadap hasil analisa. Konsistensi mencakup keajegan jawaban –jawaban responden terhadap data yang saling berkaitan dengan skala pengukuran yang akan digunakan. Kelengkapan data mengacu pada apakah data yang dibutuhkan secara lengkap ada dan dijawab oleh responden. sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan dalam penelitian tersebut.

2.      Pengembangan Variabel
Pengembangan variabel adalah proses pengembangan terhadap data dasar.  Pengembangan variabel dapat berupa transformasi matematis seperti size perusahaan ditransformasik ukurannya dari rupiah dalam milyar ke logaritma.

3.      Pengkodean Data
Pengkodean data merupakan proses pemberian kode terhadap data yang telah terkumpul sebagai proses  menterjemahkan data  ke dalam kode-kode yang biasanya dalam bentuk angka. Tujuannya ialah untuk mempermudah analisis statistik.  Pentingnya pekodeaan ini maka pada tahap penyusunan kuisioner perlu diperhatikan cara pengkodean yang tepat.  Misalnya: dalam satu variabel terdapat pertanyaan positif dan negatif maka pengkodeaanya perlu dikonsisten antara satu dengan yang lain.  
4.      Cek Kesalahan
Cek kesalahan merupakan perlakuan proses manual yang terakhir sebelum data di transfer ke media penyimpanan (komputer).  Pada tahapan ini dilakukan pengecekan ulang terhadap data untuk mengetahui  langkah-langkah sebelumnya sudah diselesikan tanpa kesalahan yang serius.

5.      Pembuat Struktur Data
Pembuatan struktur data dilakukan sebagai wadah untuk memasukkan semua data yang dibutuhkan sebelum analisa data dilakukan. Penyimpanan data kedalam komputer mempertimbangkan bahwa:
û Data telah disimpan dengan cara yang sesuai dan konsisten dengan penggunaan sebenarnya
û Tidak ada data yang hilang dan jika ada data yang hilang perlu dipertimbangkan cara mengatasinya dalam analisis
û Pemindahan data dan transformasi telah dilakukan dengan lengkap dan benar

6.      Cek Preanalisa Komputer
Struktur data yang sudah final kemudian dipersiapkan untuk analisa komputer dan sebelumnya harus dilakukan pengecekan preanalisa komputer agar diketahui konsistensi dan kelengkapan data.

7.      Tabulasi
Tabulasi merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu. Tabulasi juga  dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif variable-variable yang diteliti atau yang variable yang akan di tabulasi silang.

STATISTIK DESKRIPTIF
Statistik deskriptif merupakan proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi sehingga mudah dipahami dan diinterpretasikan.  Statistik deskripstif berfungsi mempelajari tata cara pengumpulan, pencatatan, penyusunan dan penyajian data penelitian dalam bentuk tabel frekuensi atau grafik dan selanjutnya dilakukan pengukuran nilai-nilai statistiknya seperti mean/rerata aritmetik, median, modus, deviasi standar. Pada umumnya memberikan informasi mengenai karakteristik variabel penelitian utama dan data demografi responden.

FREKUENSI
Frekuensi merupakan salah satu ukuran dalam statistik deskriptif yang menunjukkan nilai distribusi data penelitian yang memiliki kesamaan kategori.

TENDENSI SENTRAL
Tendensi sentral merupakan ukuran dalam statistik deskriptif yang menunjukkan nilai sentral dari destribusi data penelitian
1.      Rata-Rata (Mean); mengukur nilai sentral suatu distribusi data berdasarkan nilai rata-rata yang dihitung dengan cara membagi nilai hasil penjumlahan sekelompok data dengan jumlah data yang diteliti
2.      Median adalah pengukuran tedensi sentral berdasarkan nilai data yang terletak ditengah-tengah dari suatu distribusi data penelitian yang disusun secara berurutan.
3.      Modus mengukur tendensi sentral berdasarkan data yang memiliki frekuensi paling banyak dalam suatu distribusi data

DISPERSI
Dispersi mengukur variasi data yang diteliti dari rata-rata.
1.      Deviasi Rata-rata adalah penjumlahan dari deviasi masing-masing data yang diteliti dengan nilai rata-ratnya dibagi dengan jumlah data.
2.      Deviasi absolut rata-rata ; menghitung deviasi rata-rata absolut pada nilai deviasi setiap data yang diteliti
3.      Deviasi kuadrat rata-rata: kuadrat masing-masing deviasi
4.      Varian
5.      Deviasi Standar

UJI KUALITAS DATA
1.      Reliabilitas. Uji ini dilakukan untuk melihat konsistensi data yang dikumpulkan.
  1. Koefisiensi Stabilitas . Untuk mengetahui stabilitas jawaban responden dari suatu waktu kewaktu berikutnya dengan cara menghitung koefisien korelasi dari skor jawaban respnden yang diukurdengan instrumen yang sama pada saat yang berbeda

  1. Koefisien ekuivalensi.  Mengukur reliabilitas dengan cara menggunakan instrumen pengukuran yang berbeda untuk suatu construct terhadap subyek penelitian tertentu pada saat yang sama
  2. Relibilitas Konsistensi Internal.  Mengukur reliabilitas dengan melihat konsistensi diantara butir-butir pertanyaan dalam suatu instrumen.

2.      Validitas adalah konsep pengukuran yang digunakan  untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.  Suatu instrumen dikatakan valid hanya jika instrumen itu menghasilkan hasil ukur sesuai dengan tujuan pengukuran
  1. Content Validity.  Suatu instrumen dikatakan memiliki content validity jika mengandung butir-butir pertanyaan yang memadai dan representatif untuk mengukur construct

  1. Criterion – related validity.  Menguji tingkat akurasi instrumen yang baru dikembangkan
  2. Construct Validity.  Mengukur validitas dengan cara menguji apakah suatu instrumen mengukukur construct sesuai dengan yang diharapkan

Salah satu cara untuk melihat validitas adalah dengan melakukan analisis faktor (Factor Analysis).  Factor Analysis merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menidentifikasi interrelationship antar butir pertanyaan dengan tujuan mengindentifikasi apakah butir pertanyaan merupakan bagian dari suatu kelompok.

Misalnya ada dalam lingkaran besar terdapat 10 bangun. Dengan menggunakan analysis factor maka dapat dipisahkan menjadi 4 faktor yaitu kelompok segitiga ada 4, lingkaran 4, sabit 1 dan segienam 1.


0 komentar

Entitas Pelaporan Usaha
06.47


Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan, yang terdiri dari:
1.      Pemerintah pusat;
2.      Pemerintah daerah;
3.      Satuan organisasi di lingkungan pemerintah pusat/daerah atau organisasi lainnya, jika menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan
PERANAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH
1.      Akuntabilitas
Mempertanggungjawabkan pengelolaan dan pelaksanaan kebijakan sumber daya dalam mencapai tujuan.
2.      Manajemen
Memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas aset, kewajiban dan ekuitas dana pemerintah.
3.      Transparansi
mMemberikan informasi keuangan yang terbuka, jujur, menyeluruh kepada stakeholders.
4.      Keseimbangan Antargenerasi
Memberikan informasi mengenai kecukupan penerimaan pemerintah untuk membiayai seluruh pengeluaran, dan apakah generasi yang akan datang ikut menanggung beban pengeluaran tersebut. 

TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH
Menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi, sosial maupun politik.
 
KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
1.      Laporan Realisasi Anggaran
2.      Neraca
3.      Laporan Arus Kas
4.      Catatan atas Laporan Keuangan
PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
1.       BASIS AKUNTANSI
·         Basis Kas: untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan;
·         Basis Akrual: untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas. Entitas diperkenankan menggunakan basis akrual sepenuhnya, namun tetap menyajikan Laporan Realisasi Anggaran berdasarkan basis kas.
2.      PRINSIP NILAI HISTORIS (HISTORICAL COST)
·         Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan.
·         Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang.
·         Nilai perolehan lebih dapat diandalkan daripada penilaian yang lain karena lebih obyektif dan dapat diverifikasi.
     3.      PRINSIP REALISASI
·         Pendapatan yang tersedia yang telah diotorisasikan melalui anggaran pemerintah selama suatu tahun fiskal akan digunakan untuk membiayai belanja yang terjadi dalam periode tersebut.
·         Prinsip penandingan pendapatan-belanja tidak mendapat penekanan seperti dalam akuntansi komersial
4.  PRINSIP SUBTANSI MENGUNGGULI BENTUK FORMAL (SUBSTANCE OVER FORM)
Peristiwa harus dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya mengikuti aspek formalitas.
5.     PRINSIP PERIODITAS
Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan entitas pemerintah perlu dibagi menjadi periode-periode pelaporan sehingga kinerja entitas dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan.
6.     PRINSIP KONSISTENSI
·          Perlakuan akuntansi yang sama harus ditetapkan pada kejadian yang serupa dari periode ke periode oleh suatu entitas (prinsip konsistensi internal).
·          Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat metode yang baru diterapkan menunjukkan hasil yang lebih baik dari metode yang lama.
·          Pengaruh atas perubahan penerapan metode harus diungkapkan dalam laporan keuangan.
7.       PRINSIP PENGUNGKAPAN LENGKAP (FULL DISCLOSURE)
·          Laporan keuangan harus menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.
·          Informasi tersebut dapat ditempatkan pada lembar muka laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan.
8.      PENYAJIAN WAJAR (FAIR PRESENTATION)
Dalam penyajian dengan wajar posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu entitas, diperlukan pertimbangan sehat yang mengandung unsur-unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban tidak dinyatakan terlalu rendah.
 
PENGAKUAN
·         Aset diakui pada saat potensi ekonomi masa depan diperoleh dan mempunyai nilai yang dapat diukur dengan andal;
·         Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat kewajiban timbul;
·         Pendapatan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan;
·         Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan.





0 komentar