Akuntansi Manajemen Kas Daerah
09.01

Akuntansi Manajemen Kas Daerah adalah prosedur akuntansi meliputi pencatatan, perincian, peringkasan, pengklasifikasian transaksi dan kejadian dan penyampaian informasi keuangan kepada manajemen sebagai alat untuk mendukung manajemen kas daerah.
TUJUAN AKUNTANSI MANAJEMEN KAS DAERAH
Menghasilkan informasi keuangan terkait dengan kas daerah baik kas di tingkatan Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai dasar pihak manajemen daerah dalam membuat keputusan terkait dengan penciptaan paling tidak 2 hal berikut:
1.      Keamanan kas
2.      Likuiditas keuangan
Likuiditas keuangan daerah adalah suatu kondisi yang menunjukkan sejauhmana jumlah kas daerah memadai dan mencukupi untuk memenuhi kewajiban keuangan daerah khususnya dalam membiayai kegiatan yang sudah dianggarkan, membayar utang jangka pendek yang jatuh tempo.
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMUNGUTAN PENDAPATAN
·         APBD. Merupakan dasar pemungutan dan pencairan dana.
·    Rincian APBD. Merupakan rincian dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah.
·   SKP-DAERAH. Merupakan surat ketetapan pemungutan pajak yang digunakan sebagai landasan pemerintah memungut pajak daerah.
·     SKR-DAERAH. Merupakan surat ketetapan pemungutan retribusi yang digunakan sebagai landasan pemerintah memungut retribusi daerah.
·    Porporasi pada dokumen SKP/SKR Daerah berupa karcis. Merupakan otorisasi berupa pemberian nomor seri pada dokumen SKP/SKR daerah berupa karcis sehingga karcis tersebut menjadi surat berharga.
·     Buku Kas Umum Pendapatan. Merupakan buku catatan uang masuk dan uang keluar. Uang masuk bersumber dari pendapatan yang dipungut. Uang keluar merupakan uang yang disetorkan ke Kas Daerah.
·    Rincian Pendapatan. Merupakan dokumen yang berisi rincian pendapatan yang disusun atas basis tertentu, misalnya berbasis tanggal, berbasis daerah, berbasis wajib pajak atau wajib retribusi dll untuk kepentingan pembuatan keputusan.
DOKUMEN DALAM PENCAIRAN ANGGARAN
·  Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD. Merupakan dokumen yang menjadi dasar SKPD mengajukan pencairan dana.
·     SP2D. Surat perintah yang diterbitkan oleh Bendahara Umum Daerah kepada Bank atau Kas Daerah untuk mencairkan dana.
·     Surat Penyediaan Dana. Suatu dokumen yang menunjukkan bahwa dana telah tersedia bagi SKPD untuk dilakukannya pencairan dana.
·    SPP. Surat untuk mengajukan permintaan pembayaran yang diterbitkan bendahara untuk disampaikan kepada Kepala SKPD.
·      SPM. Surat untuk memerintahkan pembayaran yang diterbitkan oleh Kepala SKPD kelada Bendahara Umum Daerah.
BUKU CATATAN DALAM PENCAIRAN KAS
·       Buku Kas Umum. Digunakan untuk mencatat jumlah uang yang masuk ke dan keluar dari rekening kas di bendahara pengeluaran.
·        Buku Panjar. Digunakan untuk mencatat pengeluaran dana yang diberikan kepada PPTK dan mencatat SPJ dari PPTK.
·         Buku Bank. Digunakan untuk mencatat penyimpanan dana dan pencairan dana dari bank.
·         Buku Pajak. Digunakan untuk mencatat pemungutan pajak dari subyek pajak dan penyetoran pajak ke kantor pajak.
MANFAAT & TUJUAN ANGGARAN KAS
·   Anggaran kas tersebut penting untuk membantu kelancaran pelaksanaan anggaran khususnya dalam pelaksanaan anggaran belanja dan  pengeluaran pembiayaan daerah, serta anggaran pendapatan dan penerimaan pembiayaan daerah. 
·   Anggaran kas bertujuan untuk mengharmoniskan pemasukan pendapatan daerah di satu pihak dan kebutuhan-kebutuhan dana untuk belanja dan pembiayaan di pihak lain.

PENTINGNYA ANGGARAN KAS
·         Mengharmoniskan keadaan kas daerah dengan DPA-SKPD, SPD, SPP, dan SPM yang akan diajukan.
·    Mengatur likuiditas keuangan pemda untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD.
·         Membantu perencanaan dan pengendalian kas daerah.
·         Menjamin adanya kelancaran pelaksanaan anggaran, khususnya dalam pelaksanaan anggaran belanja dan pembiayan daerah, karena pemasukan pendapatan daerah dalam pelaksanaan anggaran tidak terjadi pada saat awal tahun anggaran yang bersangkutan dan pendapatan tersebut tidak sama besarnya tiap bulan/triwulan sehingga perlu sarana pengatur, yaitu anggaran kas.
ELEMEN ANGGARAN KAS
1.      Saldo awal kas,
2.      Perkiraan penerimaan kas,
3.      Perkiraan pengeluaran kas, dan
4.      Perkiraan saldo akhir kas setiap bulan dan triwulan.
CARA PENYUSUNAN ANGGARAN KAS
·         Mengenali pola belanja atau pengeluaran (pattern of expenditure).
·         Mengenali pola pendapatan/penerimaan (pattern of income) yang diharapkan oleh pemerintah daerah.
·     Membuat skedul yang mengindikasikan perkiraan total penerimaan serta pengeluaran per bulan selama satu tahun anggaran.
·         Membuat perkiraan anggaran kas setelah skedul penerimaan dan pengeluaran tersebut disusun.  

1 komentar

Penggabungan Badan Usaha
19.29


Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomi, sebagai upaya untuk memperluas usaha.
Latar belakang:
·         Investasi yang menguntungkan
·         Mendapatkan kendali atas perusahaan lain
·         Memasuki pasar baru (area produk baru) melalui perusahaan yang sudah menguasai pasar       
·         Memastikan pasokan bahan baku (input produksi) lain
·         Memastikan output produksi bagi pelanggan
·         Diversivikasi usaha (kasus Boeing)
·         Ukuran perusahaan (skala perusahaan)
·         Mendapatkan teknologi baru
·         Mengurangi tingkat persaingan
·         Mengurangi risiko
Bentuk Penggabungan usaha
1.      Merger statutori (merger):
Jenis penggabungan usaha dimana hanya ada satu dari perusahaan yang bergabung yang bertahan dan perusahaan lainnya dibubarkan.
Aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi dipindahkan ke perusahaan pengakuisisi dan perusahaan yang diakuisisi dibubarkan atau dilikuidasi. Setelah merger operasi dari perusahaan yang dulunya terpisah sekarang berada di bawah satu entitas.
2.      Konsolidasi statutori (konsolidasi) :
Penggabungan usaha di mana kedua perusahaan yang bergabung dibubarkan serta aktiva dan kewajiban dari perusahaan perusahaan tersebut dipindahkan ke perusahaan yang baru dibentuk.
Operasi dari perusahaan yang dulunya terpisah sekarang berada di bawah satu entitas dan tidak satu pun perusahaan yang bergabung masih tetep berdiri sejak dilakukan konsolidasi.
3.      Akuisisi saham :
Terjadi jika satu perusahaan mengakuisisi saham berhak suara dari perusahaan lain dan kedua perusahaan tetap beroperasi sebagai dua entitas yang terpisah, tetapi mempunyai hubungan istimewa (hubungan afiliasi).
Karena tidak ada perusahaan yang dilikuidasi, perusahaan pengakuisisi memperlakukan kepemilikannya di perusahaan yang diakuisisi sebagai investasi. Dalam akuisisi saham, perusahaan pengakuisisi tidak perlu mengakuisisi seluruh saham milik perusahaan yang diakuisisi untuk memperoleh kendali.
Hubungan yang timbul dari akuisisi saham disebut hubungan induk dan anak perusahaan. Induk perusahaan (parent company) adalah perusahaan yang mengendalikan perusahaan lain yang disebut sebagai perusahaan anak (subsidiary), biasanya melalui pemilikian mayoritas di saham biasa.

0 komentar

Crepes Suzette
09.35


Bahan:
·         Terigu 200 gr
·         Telur 3 buah
·         Minyak goreng 2 sendok makan
·         Vanili ½ sendok the
·         Susu 500 ml
·         Gula pasir 100 gr
·         Air jeruk mandarin 100 ml
·         Brandy 30 ml
·         Es krim vanilla 1 scoop
Cara memasak:
Crepes
Masukkan tepung, telur, susu, minyak goreng ke dalam wajan kecil aduk sampai halus, lalu adona disaring. Masak adonan di atas wajan datar dengan ukuran 18-20 cm. Tuang satu sendok sayur di atas wajan, ratakan ke seluruh permukaan wajan sampai kering lalu angkat.
Saus jeruk
Panaskan gula sampai cair, lalu tuangkan ke dalam air jeruk. Masukkan vanili lalu aduk dan tuangkan di atas crepes. Tuangkan brandy dan tambahkan es krim vanilla. Sajikan.


0 komentar